I’m an introvert.. So what??



Mendengar kata introvert mungkin yang ada dipikiran kita adalah orang yang pendiam dan anti-sosial.. Yup, dulu aku juga punya pikiran kaya gitu sih.. Orang introvert itu orang yang egois, ga peduli sama orang sekitarnya, susah bergaul dan lebih mirip orang a***s.. Seenggaknya pikiran itu mulai sirna ketika aku sadar bahwa aku sendiri sebenarnya adalah seorang introvert..

Sebenarnya arti introvert itu nggak sesimpel kata ‘anti-sosial’.. Memang sih keliatannya kami, para penyandang introvert, lebih suka sendiri.. Tapi kami masih suka bergaul kok.. Aku sendiri misalnya, aku suka punya teman banyak, main bareng, bercanda dengan mereka.. Menurutku itu bukan hal yang tabu jika dilakukan oleh seorang introvert.. 

Setiap manusia punya sisi introvert dan ekstrovert di dalam dirinya.. Hanya saja pasti ada yang lebih dominan.. Orang-orang dengan kepribadian introvert yang lebih dominan di dalam dirinya akan lebih sering dibilang cuek, sombong, dan parahnya adalah menjadi terkucilkan (atau lebih tepatnya mengucilkan diri sendiri, haha).. Orang dengan kepribadian introvert memang lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan orang-orang ekstrovert.. Tapi tenang, ini bukan sesuatu yang buruk kok.. Segala sesuatu akan lebih indah jika kita melihat dari sisi positifnya.. Kami memang minoritas, tetapi itu artinya kita limited edition.. Banyak orang besar di luar sana yang punya kepribadian introvert.. Sebut saja Einstein, Bill Gates, atau JK Rowling.. Mereka itu penyandang introvert, dan mereka istimewa.. :)

Bagi kebanyakan orang, seorang introvert menjadi susah dikenali karena sifatnya yang tertutup.. Tapi bagi kami, para penyandang introvert, mengetahui apakah seseorang memiliki kepribadian introvert bukan sesuatu yang sulit.. Ya, karena kami bernasib sama, hahaha.. Lihat saja ketika seseorang bertemu dan berkenalan dengan orang baru.. Biasanya nih, seorang introvert jarang yang membuka percakapan duluan.. Mereka (maksud saya ‘kami’) lebih memilih diam dan hanya menjawab jika ditanya.. Mungkin ini yang menyebabkan orang-orang introvert dikatakan pendiam dan susah diajak bergaul.. Nggak salah sih, tapi juga nggak sepenuhnya benar.. Diamnya orang introvert bukan berarti malas bergaul, hanya saja kami belum nyaman berbicara dengan orang baru.. Contohnya aku sendiri sih, suka susah ngajak ngomong duluan sama orang yang pertama kali kita kenal.. Dan lagi, diamnya orang introvert bukan karena kami cuek, kami hanya sedang mencoba ‘membaca’ anda.. Iya, membaca karakter lawan bicara.. Ssssst, ini rahasia antara orang introvert aja ya.. ;) Orang introvert sebenarnya adalah orang-orang pemikir dan suka menganalisa sesuatu sampai ke hal-hal detail yang kadang nggak disadarin sama kebanyakan orang.. Kami juga orang yang berhati-hati.. Saking hati-hatinya, setiap yang mau diomongin harus dipikir dalam-dalam.. Nggak jarang juga kami melakukan self monolog, berbicara sendiri dalam rangka mempersiapkan biar ga salah ngomong nanti di depan orang.. Ya kan? Atau cuma aku sendiri?? 

Tentang membaca karakter lawan bicara, jadi keinget pernah baca tulisan-entah dimana- yang mengatakan kalo kita nggak bisa mengubah sifat seseorang, yang bisa kita ubah adalah cara kita menyikapinya.. Nah, ini yang kami –para introvert- lakukan dalam diam.. Kami berusaha mengenal lawan bicara lebih dulu sehingga kami tau respon seperti apa yang seharusnya kami berikan.. Kami hanya ingin berhati-hati dan bersikap tepat pada tempatnya.. Pasti ada yang berpikir, “kalo gitu berarti kepribadian kalian berubah-ubah dong?” Hahaha, ga gitu juga kaliii.. Kan udah dibilang kita cuma mau menempatkan diri di posisi yang tepat, bertindak hati-hati.. Klo semua orang kukuh sama idealisme masing-masing, perang aja sono.. :P Dan mungkin cara bersikap ini yang bikin kami jadi susah ditebak..

Dari tadi pembelaan diri mulu ya isinya? Haha.. Nggak ada manusia yang sempurna kok.. Sikap kami yang lebih banyak ‘diam’ juga bisa jadi hal negatif buat diri para penyandang introvert.. Terutama ketika kita udah masuk dunia kuliah atau kerja.. Aku sendiri mulai sadar kalo aku ini mengidap penyakit introvert sejak SMA.. Pas udah lulus sempet khawatir kalo bakalan sulit bergaul sama temen-temen baru dari seluruh penjuru negeri yang kita nggak tau gimana sifat dan wataknya..  Apalagi selama SMA nggak ikut organisasi apapun.. Tapi untunglah, semua ketakutan itu nggak jadi parah pas udah masuk kuliah.. Awalnya emang lebih milih diem sih, sembari ‘membaca’ karakter temen-temen.. Tapi lama-lama ketika udah ngerasa nyaman sama mereka, bisa enjoy juga kok.. Main bareng dan bercanda bareng bukan hal yang susah bagi seorang intovert.. Hanya saja kami hanya akan melakukannya dengan orang-orang yang dianggap membuat kami nyaman.. Itu kalo pergaulan sama temen-temen.. Nah klo di organisasi? Awalnya mikir bakal susah emang, tapi karena nggak mungkin juga kita hidup tanpa bersosialisasi.. Apalagi waktu kuliah adalah waktu yang tepat buat belajar hidup, nggak Cuma belajar akademisnya aja.. Suatu saat deh, aku akan nulis tentang belajar hidup semasa kuliah..;)

Waktu kuliah nggak sedikit juga organisasi dan kepanitiaan yang aku ikutin.. Jadi selama ikut di organisasi dan kepanitiaan di kampus itu bisa dibilang posisi/jabatanku Cuma itu-itu aja.. Kalo ga bendahara, sekretaris, atau sie acara.. Tapi menurutku itu udah sangat tepat, mengingat sifat introvert yang udah nancep di dalem.. Nggak mungkin juga kan aku jadi sie humas.. Hmm, ini nih untungnya kita mengenal diri sendiri, jadi kita bisa menempatkan diri sesuai kebutuhan dan keadaan, hehe.. Tapi kadang ada sisi buruk yang keluar sih.. Klo lagi di dalam rapat, aku lebih memilih nggak banyak omong.. Lebih milih diem dan ndengerin pendapat-pendapat dari anggota rapat lain.. Kalo  mau ngomongin pendapat pribadi, lebih suka ngomong di luar rapat, ngomong sama kelompok kecil.. Ini salah! Jangan ditiru! Tapi setiap orang berhak melakukan pembelaan diri kan? :P Ciri orang introvert adalah nggak suka basa-basi.. Kami lebih memilih cuma ngomongin hal-hal yang penting dengan orang-orang yang bisa diajak ngomong serius.. Basa-basi cuma buang-buang waktu.. Ya kalo isi rapatnya bisa serius, kalo kebanyakan bercandanya? Orang introvert akan merasa sangat lelah berada dalam keadaan semacam itu.. Lebih baik kami berada dalam komunitas kecil tetapi apa yang kami bicarakan benar-benar berbobot..

Ngomongin soal pergaulan nih.. Orang introvert bukan orang yang nggak suka bergaul lho yaa.. Aku sendiri punya banyak temen dan beberapa sahabat.. Tapi ini yang jadi ciri seorang introvert.. Mereka nggak suka curhat ke banyak orang.. Sampai saat ini aku cuma punya satu, ya satu temen yang bener-bener jadi tempat curhat tentang apapun.. Dari seneng, sedih, sakit, ngeluh, nyombong, rapuh, bangga, semuanya ke dia.. Bener-bener cuma satu orang yang (aku beri) tau tentang kehidupan pribadiku.. Selalu mendengarkan, siap memberi solusi, dan mau gue bully.. hahahahaha =))
Ada satu lagi temen deket yang sering aku ajak cerita juga, kali ini cerita soal mimpi-mimpiku.. Ya, karena dia punya mimpi yang sama. Jadi pengusaha.. Aamiin.. ;)
Selebihnya, temen-temen aku juga kok.. Kalopun aku pernah curhat sama orang banyak, sebenarnya itu bentuk klarifikasi aja sih atas rumor-rumor yang beredar yang mungkin nggak bener.. Dan kalo ada temen yang ngerasa ngenal aku banget, yang boleh ngomong gitu cuma satu orang, selebihnya mereka hanya menerka sifatku dari luar bukan mengenalku dari dalam.. Kelak (kini) ada lagi satu orang yang bilang kaya gitu, yaitu teman hidupku.. tsaaaaahhh :3

Kami, para penyandang introvert, memang nggak suka banyak cerita tentang masalah pribadi ke banyak orang.. Kami lebih banyak menyimpan dan berusaha menyelesaikan sendiri sebelum timbul ke permukaan.. Kalau pun para introvert mau cerita, itu hanya kepada segelintir orang yang benar-benar dia percaya, bisa teman (sangat) dekat, pacar, atau keluarga.. Jadi kalo kalian mengenal seorang introvert dan dia mau bercerita kehidupan pribadinya sama kalian, berbanggalah.. Itu artinya kalian satu dari sedikit orang yang benar-benar dipercayainya.. Dan jangan sekali-sekali menodai kepercayaan itu.. Tetapi sebaliknya, seorang introvert adalah pendengar yang baik.. Kami mau mendengarkan cerita dari semua orang.. Seorang pendengar yang baik biasanya pendiam.. Ya, kami diam.. Kalian tau? Diamnya kami bukan hanya mendengarkan, tetapi kami berpikir, menganalisa.. Semua cerita dari orang sekitar yang pernah masuk ke telinga seorang introvert akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan pelajaran hidup bagi orang introvert itu sendiri.. Hmmm, ada sedikit sisi egois sih di sini.. 

Kata orang dan kata tulisan-tulisan yang pernah aku baca, orang-orang dengan kepribadian introvert akan memiliki pemikiran lebih bijak dibandingkan teman-teman seusianya, terutama saat remaja.. Dari beberapa ciri yang udah aku sebutin di atas emang mendukung sih.. Seorang introvert selalu berhati-hati sebelum mengucapkan atau melakukan sesuatu, berpikir tentang masalah yang pernah dialami temannya yang bercerita kepadanya dan berusaha agar tidak mengalami hal yang sama, serta sifatnya yang tertutup membuat seorang introvert pandai menyembunyikan masalah dari orang banyak.. Banyak temen aku sendiri yang bilang kalo, “Ceiga itu apa pernah galau?” Sekalinya nyetatus atau ngetweet galau malah dibercandain.. Mereka suka bilang, “Ceiga itu cuek, cool, kaya nggak pernah punya masalah”.. Hahaha, aku aminin aja kalo ada yang bilang gitu.. Ini sebenernya karena aku cuma nunjukkin kerapuhanku pada segelintir orang tadi.. Selebihnya, aku akan berusaha bersikap kayak nggak terjadi apa-apa, sok cool gitu.. Mungkin karena itu juga orang-orang mellihat kami lebih bijak dari yang lain.. Tetep senyam-senyum sekalipun hatinya menangis.. Kalo aku sih tetep berusaha bikin ketawa orang sekalipun kantung mata udah kaya ayunan anak TK, kelopak mata udah bengkak kayak abis ditonjok, dan hati ini teriris.. :P

Ngomong-ngomong soal bikin ketawa, balik lagi ke ciri orang introvert sebelumnya.. Orang introvert ga suka basa-basi.. Hmmm, setuju nggak setuju sih sama pernyataan ini.. Setujunya kalo basa-basi di sini diartikan sebagai ngomongin hal-hal nggak penting sebelum menuju ke pokok pembicaraan.. Basa-basi yang paling ngeganggu adalah basa-basinya orang ngajak kenalan lewat sms/chat.. Itu basi dan nggak penting!! Tapi kadang aku sebagai orang introvert masih suka sama basa-basi yang maksudnya bercanda, tanpa ada udang di balik batu dan ekor pembicaraan yang ada maunya.. Bener-bener bertujuan mencairkan suasana.. Aku termasuk orang yang suka bercanda kok, kalo kata pacar (sekarang udah jd suami) suka ngelakuin hal nggak mutu (tapi lucu kaaan? :3), dan itu jadi salah satu cara buat menutupi kerapuhan hati kita.. Fufufufu.. >.<

Dari beberapa tulisan yang pernah aku baca ada fakta menarik soal orang-orang introvert.. Biasanya orang dengan kepribadian ini memliki tekanan darah rendah.. Ya! Aku banget.. Konon seorang introvert juga adalah penulis yang baik.. Menulis adalah salah satu cara berkomunikasi kami dengan orang lain tanpa berbicara langsung, sehingga orang lain dapat memahami maksud dan jalan pikiran kami (yang tak pernah kami utarakan).. Satu lagi, mengenai hubungannya dengan pasangan.. Seorang introvert adalah orang yang setia dan bisa dipercaya.. Iya! Banget!

Last but not least.. Ini justru bagian paling penting dan jadi ciri utama seorang introvert (terutama aku sendiri).. Sekali lagi, seorang introvert bukan orang yang ‘anti-sosial’.. Dari ulasan di atas kan ketauan kalo orang-orang introvert juga suka bergaul, hanya mungkin caranya berbeda dengan orang ekstrovert.. Bukan juga orang yang sepenuhnya cuek, buktinya kami mau mempelajari kepribadian orang-orang di sekitar kami.. Kalo kami cuek, harusnya masa bodoh dong sama orang lain.. Aku juga termasuk orang yang seneng sama kegiatan-kegiatan sosial kok.. Tapi gini, kami hanya butuh waktu ‘sendiri’ yang lebih banyak.. Berinteraksi dengan orang apalagi dalam kelompok besar bisa jadi hal yang sulit dan melelahkan bagi seorang introvert.. Nah, buat recharge energi nih kami butuh waktu sendiri.. Benar-benar sendiri.. Entah itu di kamar atau di tempat ramai sekalipun.. Akan jadi hal yang menyenangkan bagi seorang introvert ketika sore hari duduk di teras rumah sambil minum teh hangat dan membaca buku.. Atau seperti yang suka aku lakuin.. Jalan sendirian di tempat umum.. Sekedar cari angin, cuci mata, nonton, dan berakhir makan sendirian di sebuah resto.. Having my own quality time.. Benar-benar sendiri dan untuk kami sendiri.. Mungkin bagi beberapa orang jalan sendirian di tempat umum atau duduk-duduk sendirian adalah sesuatu yang aneh dan membosankan, tapi bagi kami ini sempurna.. Balik lagi kaya sebelumnya.. Sendirinya seorang introvert bukan hanya diam.. Dan diamnya seorang introvert pasti selalu ada pemikiran-pemikiran ajaib di otaknya.. Aku nggak tau sih ya apa saja yang mereka pikirkan selama quality time mereka itu.. Tapi kalo aku sendiri, selain buat recharge energi dan mood booster, pergi sendiri juga bisa jadi cara buat mencari inspirasi.. Pas lagi sendiri di manapun itu, apalagi kalo di luar rumah, pasti suka banyak ide kreatif seliweran di kepala.. Kalo udah gitu nggak boleh jauh-jauh dari notebook, atau sekedar memo.. Sekedar nulis idenya, atau bisa langsung bikin tulisan panjang kayak sekarang ini.. Nulis sendirian, di kamar.. Ini bisa jadi hal yang sangat berarti bagi seorang introvert..

Waaaaaaaaaaaaa~ udah panjang juga tulisan malem ini.. Tau-tau udah tengah malem aja.. Tapi secapek apapun, waktu-waktu kayak gini akan tetep menyenangkan bagi penyandang introvert seperti kami..

Masih banyak sih ciri-ciri introvert lainnya.. Kapan-kapan deh cerita lagi.. Tapi ciri-ciri yang udah aku sebutin di atas seenggaknya udah cukup mewakili apa yang aku alami sendiri.. Semoga kalian memahami kami yang kaum minoritas ini.. :P

Bagi kalian para introvert, nggak usah minder.. Tuh orang-orang hebat diluar sana juga bagian dari kita.. Yakinlah, Tuhan menciptakan kita sempurna.. Sempurna dalam porsinya masing-masing.. Lihatlah segala hal dari sisi baiknya, maka semua akan menjadikan kebaikan bagi kita.. ;)

Selamat malaaaamm.. :* 

BUKAN Manusia Setengah Salmon



Yang ini repost juga, hehehe Semoga ga basi.. ;)


Sushi.. Entah apa yang telah diperbuatnya sehingga saya dengan mudah jatuh cinta pada makanan Jepang yang satu ini..
Apa sih yang identik dari Sushi? Jepang. Seaweed. Salmon. Iya, Salmon. Pernah tahu tentang kehidupan salmon?
Salmon itu mahal. Haha.. Kalau kata orang sih, salmon itu mahal karena mereka berenang melawan arus. Iya, kalau cuma berenang ngikutin arus sih ikan mati juga bisa. :p
Sudah merasa lebih hebat dari ikan ini??

Kita mulai dari awal kehidupan sang salmon..
Dunia perairan pertama yang dikenal oleh seekor salmon adalah air sungai.
Sungai? Ikan mahal itu berasa dari sungai?
Iya, mereka lahir di muara sungai.

Selama kurang lebih 1 tahun salmon batita hidup di muara sungai. Baru setelah memasuki tahun keduanya, ikan salmon mulai berenang ke laut. Mengarungi samudra luas, mencari makan, mencari pengalaman sampai ia dewasa. Belajar banyak hal baru yang jauh berbeda dengan keadaan dimana ia dilahirkan.

Setelah dewasa, kalian tahu kemana salmon akan pergi?
Mereka akan kembali ke 'kampung halaman'nya. Benar-benar kampung halamannya. Mereka berenang kembali ke muara sungai dimana mereka dilahirkan. Setelah jauh berkelana, melewati banyak lautan bahkan samudra luas, bagaimana mungkin mereka mampu menemukan muara sungai yang sama dengan tempatnya dilahirkan?
Konon katanya, mereka menyimpan memori aroma dari sungai tempat lahir mereka.
Tuh, salmon aja yang udah sukses mengarungi samudra nggak lupa sama kampung halamannya.. Nggak kaya butiran debu yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.. :D
Lalu, untuk apa mereka kembali ke sungai?
Jawabannya, agar mereka tidak punah. Mereka ingin mempertahankan generasinya. Mereka akan bertelur di sana dan memang hanya ingin bertelur di kampung halamannya.
Dan di titik inilah petualangan besar lain dimulai.

Bayangkan, dari sekian mil ,atau entah satuan jarak apa yang lebih jauh dari itu, mereka berenang dari samudra luas kembali ke muara sungai. Dan satu hal yang penting, mereka berenang melawan arus. Sungguh, makhluk kecil itu berenang melawan arus sejauh sekian satuan jarak tadi demi keturunannya. Dan faktanya lagi, selama perjalanan "pulang kampung" mereka berpuasa. Subhanallah..
Begitulah Sang Pencipta memberikan kekuatan lebih pada makhluk yang memperjuangkan hak makhluk lainnya. Seseorang yang membantu orang lain yang membutuhkan sekalipun ia sendiri dalam kesulitan. Bantulah orang lain, maka Allah yang akan membantumu.. :)

Sama seperti induk ayam. Ayam betina itu sejatinya tidak lebih kuat dari ayam jantan. Tapi lihat saja ketika induk ayam baru saja menetaskan anak-anaknya. Induk ayam akan menjadi jauh lebih kuat, lebih galak saat melindungi bayi-bayi ayamnya jika diserang makhluk lain.

Pinguin jantan juga begitu, setelah pinguin betina bertelur, telur itu akan dijaga oleh sang jantan. Telur itu diletakkan di kakinya, dengan sangat hati-hati agar tetap hangat dan tidak jatuh karena apabila telur itu jatuh maka dengan cepat akan menjadi beku. Selama empat bulan pinguin jantan mengerami telurnya, dia juga berpuasa. Tidak hanya berpuasa untuk dirinya, tetapi juga untuk calon anaknya. Dia menyimpan cadangan makanan di temboloknya untuk diberikan kepada sang anak ketika ia telah menetas nanti..

Kembali ke Sal-Mon!!!

Mereka berenang melawan arus, dengan berbekal tenaga dan strategi yang telah mereka dapatkan dari petualangannya di lautan lepas, di samudra luas. Perjalanan panjang tak selamanya mulus. Banyak ikan salmon yang mati terluka, keletihan bahkan dimakan beruang saat perjalanan "mudik"nya. Ya, ini proses seleksi alam. Hanya salmon-salmon yang tangguh, yang kuat yang mampu berhasil menyentuh garis finish.

Belajarlah dari ikan salmon. Berani anti-mainstream demi mengejar targetnya. Jangan hanya jadi pengikut tetapi sebenarnya kalian tidak tahu apa yang sedang kalian ikuti. Hanya agar menjadi aman, memiliki teman, sehingga kalian terpaksa ikut-ikutan. Kalau itu dalam hal baik sih oke. Tapi jika itu buruk? Kalian sendiri yang memutuskan, mau jadi IKAN SALMON atau IKAN MATI yang terseret arus.

Belajarlah lagi dari perjalanan si salmon. Tetap berjuang sekalipun mereka tahu beruang-beruang telah menanti mereka sebagai santap siang. Mereka yang tak pernah menyerah meskipun jalannya tak mudah. Mengenai berhasil atau tidaknya, serahkan pada Sang Sutradara. Ia telah menuliskan skenario terbaik untuk kita semua. Tinggal kita yang mau berusaha menjemput akhir terbaik itu atau hanya duduk di KURSI GOYANG. NYAMAN tapi DIAM.

Jadi, sekarang dimana si salmon??
Hey, dia telah sampai di "rumah"nya.
Sesampainya di kampung halaman, sang salmon akan bertelur dan si jantan akan membuahi telurnya. Beberapa waktu kemudian mereka akan mati dan bayi-bayi salmon terlahir menjadi yatim piatu. Sedih.. :'(




                                                                                   KA. Kahuripan, 14 Juli 2013 22:00 WIB


"Jangan pernah berhenti belajar dari alam, dan jangan mau kalah dari ikan salmon ya.. ;) "

Merakit Rakit



Repost dari note fb sih, tapi semoga masih bermanfaat.. :)


Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Sadarkah, merakit sebuah rakit itu lebih menyakitkan dibandingkan dengan hanya menaikinya.
Ya, kita ada pada tahap itu sekarang.
Mencari, mengumpulkan, memotong, menata dan mengikat bambu menjadi sebuah rakit. Langkah yang panjang dan letih bukan?

"Kenapa harus berfikir kalau kita ada di posisi tersulit sih? Bukannya lebih baik kita berfikir kalau apa yang sedang kita jalani ini lebih mudah sehingga kesenangan akan datang lebih cepat. Berfikir positif aja sih!", kata seorang teman.


"Posisi tersulit bukan berarti posisi terburuk kan? Saya nggak negatif thinking kok. Justru yang berfikir negatif hanya akan memandang sebelah mata pada posisi ini. 'Buat apa capek-capek merakit rakit kalau kita bisa memakai rakit yang sudah ada?!'
Iya, silakan saja kalau kamu mau pakai itu. :) "

Dalam hati saya masih yakin, sekali lagi, posisi tersulit bukan posisi terburuk.


Mari melihat makna leksikal dari baris pertama tulisan ini. Saya membayangkan saya ada di posisi perakit sebuah rakit.
Lelah memang, tapi apa yang mereka rasakan ketika rakit itu sudah jadi? Gembira. Lega.
Itu saja? Sudah puas?
Belum!
Rakit itu tak berarti apa-apa jika hanya terdiam. Gunakan rakit itu sebagaimana fungsinya. Ya, membawamu mengarungi sungai.
Sudah bisa merasakan?
Banggakah kamu? Melihat dan merasakan manfaat dari rakit yang telah kamu rakit.

"Ya, saya bangga", jawab seorang teman.


"Sudah cukup? Saya belum.
Saya akan lebih bangga jika saya mengajak orang lain untuk menumpang, merasakan manfaat rakit ini bersama."

"Berarti hanya dengan berakit kita sudah bahagia? Bagaimana dengan klausa kedua kalimat pertamamu?"

"Tentu tidak, kita memang harus berenang untuk sampai ke tepi."

"Tapi.."

"Pasti kamu ingin mengatakan kenapa tidak dengan rakit ini saja kita ke tepi?"

"Yah.."


"Ini yang namanya menghargai proses daripada sekedar hasil akhirnya. Apakah kamu memikirkan perasaan orang-orang yang menumpang rakitmu? Mereka memang akan bahagia setelah sampai di tepian, tanpa merakit, tanpa mendayung. Tapi jika itu kamu, banggakah kamu?
Biarkan mereka merasakan kebanggaan atas usaha mereka berenang dan disambut keluarganya yang menanti di tepian. Tapi jangan lupa menemani mereka berenang. Kamu akan merasakan sesuatu yang tak dapat diungkapkan ketika kamu juga telah sampai di tepi, memeluk erat keluarga yang menantimu, dan melihat orang-orang yang kamu bawa dengan rakitmu juga sedang memeluk erat keluarga mereka dengan bahagia. Masih berpikir jika mengumpulkan bambu itu pekerjaan yang buruk?"

" Terima kasih :) "

"Terimakasih juga atas senyum penuh maknamu. Aku tau kamu cerdas. Mengerti apa saja yang bisa kamu ambil dari tulisan ini. Ambil saja semua yang bisa kamu ambil, yang benar, yang berguna untukmu. Yang salah biar jadi milikku, dan benahilah agar menjadi benar sepertimu. Seperti ketika kamu mengambil bambu untuk merakit rakitmu, ambilah bambu yang lurus, ketika kamu temukan bambu yang bengkok, potonglah, dan jika pendek maka sambungkan dengan bambu lain yang lurus agar rakit itu tetap bisa kamu gunakan. "

Welcome (Back)

Assalamu’alaikum..

Fiuh! Akhirnya bikin blog lagi.. Blog yang dulu udah entah ngambang kemana.. Secara hampir empat tahun dianggurin karena selama kuliah lebih sering nulis laporan praktikum ketimbang nge-blog..

Alasan kenapa sekarang mau nge-blog lagi adalah pekerjaan.. Yap pekerjaan  yang sekarang –gue rasa- cukup menghambat kreativitas.. Gak menuntut otakku buat berkembang dan memaksa menciptakan inovasi.. Dan ini membosankan.. Tapi kalo mau cabut dari pekerjaan sekarang juga ga mungkin karena baru sebulan aku disini.. Aku ga pengen bikin ortu yang udah nyekolahin tinggi-tinggi jadi kecewa karena anaknya ga mau kerja #eh.. Karena cukup ngerasa terancam kalau kreativitasku gak bisa berkembang.. Jadi mesti buru-buru cari pelarian di bidang lain yang bisa nge-godhog otakku tapi tanpa meninggalkan pekerjaan yang sekarang..Kaya sekarang nih, lagi di tempat kerja tp ga ada yang dikerjain, yaudah nulis aja.. =))

Selain itu, aku ngerasa 2 tahun terakhir ini jadi orang yang tertutup.. Paling cuma cerita sama segelintir orang yang bener-bener bisa dipercaya aja.. Selebihnya kalo lagi suntuk, bete, larinya ke ngreluyur sendirian.. Jajan, nonton atau cuma sekedar jalan-jalan ngabisin waktu.. But, it’s really fun.. Terkadang dunia emang perlu kita nikmatin sendiri, karena cuma kita yang tahu apa yang bikin kita bahagia.. Selebihnya kadang suka curhat lewat nulis di kertas, abis itu disobek-sobek terus dibakar.. Sounds like ababil, right? -___-

Yaah, semoga setelah ini jadi rajin nge-blog lagi.. Tujuanku cuma satu.. Pengen bermanfaat buat orang lain.. Semoga lewat blog ini nantinya ga cuma berisi curhatan-curhatan basi yang ga ada nilainya, tapi juga tulisan yang bisa menginspirasi orang biar jadi manusia yang lebih baik lagi.. Ga hanya jadi tong sampah, tapi bisa jadi tanah humus yang bisa ditanami pohon dan bisa diambil buahnya.. Aamiin.. :)

Dan tibalah waktunya blog ini diluncurkan..

Kenapa jadi deg2an ya? :O

Happy reading dan semoga bermanfaat.. ;)