Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

[Travel] Shibuya, Harajuku, Shinjuku : Dari Hachiko Sampai Godzilla

Haaaaiiiii... Mari melanjutkan tulisan yang tertunda tentang trip Jepang akhir tahun lalu.. 

Me and Hachiko
Setelah kemarin menempuh perjalanan Jakarta-Tokyo, malamnya pun kami langsung istirahat di penginapan.. Baru keesokan harinya kami jalan-jalan.. Dan tujuan pertama kali ini adalah ke Shibuya.. Perjalanan ke Shibuya ditempuh selama 27 menit dengan kereta JR Yamanote Line (Loop Line) dari stasiun Nishi Nippori.. Sampai di stasiun JR Shibuya kami keluar melalui Hachiko Exit.. Pasti udah tahu dong tujuan kita mau kemana.. Yap, tidak lain tidak bukan adalah landmark terkenal  di Shibuya, Hachiko Statue.. Patung yang didirikan pada tahun 1934 ini mengingatkan kita pada kisah tentang kesetiaan seekor anjing bernama Hachi pada majikannya, Profesor Ueno yang sudah sangat terkenal.. Bahkan kisahnya telah diangkat ke dalam sebuah film yang selalu sukses bikin semua orang nangis setiap menontonnya.. Letak patung Hachiko sangat mudah ditemukan.. Tepat di depan pintu stasiun JR Shibuya.. Karena lokasinya yang strategis ini, Hachiko Statue sering dijadikan tempat bertemu di tengah padatnya kota Tokyo..

Stasiun JR Shibuya
Hachiko Exit
Hachiko Statue

Masih di depan stasiun JR Shibuya kita dapat menemukan persimpangan tersibuk di dunia, Shibuya Crossing.. Meskipun kami berkunjung bukan di saat rush hour, tapi tetap saja persimpangan ini terasa berbeda dari persimpangan biasa.. Tak terlalu lama kami berada di Shibuya.. Setelah foto-foto dan keliling sebentar di area pertokoan dekat stasiun, kami melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, Harajuku..

Shibuya Crossing







Around Shibuya
Stasiun Harajuku letaknya hanya berjarak 1 stasiun dari stasiun Shibuya.. Cukup butuh waktu 2 menit dengan JR Yamanote Line.. Setibanya di satsiun JR Harajuku, kami kemudian menuju ke Takeshita Street yang letaknya tepat di seberang pintu stasiun.. Buat yang suka belanja, tempat ini tidak boleh terlewatkan dari daftar itinerary kalian.. Jalan sepanjang 350 meter ini penuh dengan berbagai macam toko, dari mulai fashion, aksesoris, pernak-pernik hingga makanan pun ada di sana.. Kalau saya ngincernya cuma satu.. Daiso Harajuku.. Begitu masuk bawaannya pengen borong semuanya deh.. Semua lantai pun kami samperin setiap sudutnya sampe lupa capek.. Namanya juga wanita yaa.. Siapa yang nggak ngiler liat barang-barang murah, lengkap dan lucu-lucu lagi.. Dari mulai alat tulis, alat dapur, toiletries, pernak-pernik rumah sampai cemilan pun lengkap.. Rata-rata harganya cuma 100 yen lagi.. Huaaaaaaaaa.. Ini salah satu yang bikin kangen sama Jepang.. :P

Takeshita Street (Takeshita Dori)
Alamat : 1 Chome Jingumae, Shibuya, Tokyo 150-0001, Japan
Website : www.takeshita-street.com

Daiso Harajuku
Alamat : 1 Chome-19-24 Jingumae, Shibuya, Tokyo 150-0001, Japan
Jam Buka : 10.00 - 21.00
Website : https://www.daiso-sangyo.co.jp

Stasiun Harajuku


Takeshita Street


Daiso Harajuku
Selepas dari Takeshita Street (keburu kalap belanjanya), kami kemudian menuju ke Meiji Shrine.. Kalau Takeshita tadi berada di depan stasiun JR Harajuku, Meiji Shrine ini sebenernya ada di sisi yang lain (belakang stasiun).. Namun untuk menuju pintu masuknya kami masih harus berjalan kaki lagi.. Kuil Meiji terletak di area hutan kota seluas 700 ribu meter persegi.. Yang namanya hutan kota pasti lah banyak sekali pepohonan besar yang membuat kawasan ini sangat rindang dan sejuk.. Cocok banget untuk melepas penat dan menikmati udara segar setelah menjelajahi hiruk pikuknya kota Tokyo.. 

Meiji Shrine
Alamat : 1-1 Yoyogikamizonocho, Shibuya, Tokyo 151-8557, Japan
Jam Buka : 06.00 - 16.00 (berbeda-beda tiap bulannya)
Tiket : Gratis
Website : http://www.meijijingu.or.jp/english/index.html










Meiji Shrine
Hari sudah semakin sore.. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Shinjuku.. Shinjuku juga merupakan salah satu titik paling ramai dan padat di Tokyo.. Stasiun JR Shinjuku masih berada di Yamanote Line, 4 menit dari stasiun Harajuku.. Sengaja dateng kesini pas sore menjelang malam karena mau nyobain ramen halal Menyakaijin.. Pas sampai, pas waktunya perut minta diisi.. Lokasi tepatnya saya sendiri susah jelasinnya.. Kami juga mengandalakan google maps plus tanya-tanya orang karena letaknya yang berada di lantai 2 sebuah gedung.. Kalau nggak jeli banget ya nggak bakal ketemu tangga sempit menuju resto ini.. Kami sampai di sana saat masih sepi karena baru saja buka yang jam sore.. Beruntung banget, karena biasanya tempat makan ini ramai sekali saat jam makan dan harus antri dulu karena tempatnya yang terbatas.. Ramen di sini sudah pasti halal karena kuahnya berasal dari kaldu ikan.. Ada 2 jenis varian, yang biasa atau yang spicy.. Dari semua ramen halal di Jepang yang pernah saya coba, saya paling suka ramen yang di Menyakaijin ini.. Jenis kuahnya yang bening dan rasa kaldu seafoodnya yang gurih terasa sangat segar disantap.. Apalagi cuaca di luar lagi dingin-dingin empuk.. Harga per porsinya sekitar 800-1000 yen.. 

Ramen Halal Menya Kaijin
Alamat : 2F, 3-35-7, Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo
Jam Buka : Senin-Sabtu, 11.00-15.00 dan 16.30-23-30
                   Minggu, 11.00-23.00



Ramen Halal Menyakaijin

Kenyang makan ramen, kami lalu lanjut jalan-jalan di sekitar Shinjuku.. Tak banyak tempat yang kami singgahi karena hari semakin malam.. Beberapa tempat yang kami lintasi malam itu diantaranya Samurai Museum, Robot Restaurant dan Godzilla Head.. Yang paling mengesankan adalah Godzilla Head.. Kepala monster Jepang ini berada di atas Shinjuku Toho Building atau di Hotel Gracery di kawasan Kabukicho.. Beruntung saat kami sedang foto-foto tepat jam 7 malam ada pertunjukan lampu dan suara raungan khas Godzilla.. Tak mau ketinggalan momen kami pun merekam atraksi tersebut.. 

Samurai Museum Shinjuku
Alamat : Shinjuku-ku, Tokyo Kabukicho 2-25-6
Jam Buka : 10.30-21.00 (tiket terakhir 20.30)
Tiket Masuk : 1,800 yen (kali nggak salah)
Website : http://samuraimuseum.jp/en/

Robot Restaurant
Alamat : 1-7-1 Kabukicho | B2F, Shinjuku 160-0021, Tokyo
Jam Buka : 16.00-21.00
Tiket Masuk : 8,000 yen (belum termasuk harga makanan)

Godzilla Head
Alamat : 1-19-1 kabukicho | Shinjuku Toho Bldg, Shinjuku 160-0021, Tokyo

Samurai Museum Shinjuku
Robot Restaurant

Godzilla Head *fokus ke atas ya*

Puas jalan-jalan seharian dan hari pun semakin malam.. Bumilnya harus istirahat biar besok bisa segar bugar dan siap jalan-jalan lagi.. Kami kemudian pulang ke penginapan naik JR Yamanote Line dari stasiun JR Shinjuku ke Nishi-Nippori.. 

Lanjut di blog selanjutnya yaa.. See you.. :)

[Travel] Get Ready for Winter

Okeeee.. Persiapan utama udah lengkap, sekarang giliran nyiapin perintilan kecil tapi penting biar nggak panik waktu di Jepang..

Awal Desember saat kami berangkat ke Jepang pas udah masuk musim dingin.. Meskipun di kota Tokyo saat itu belum turun salju, tapi yang namanya manusia tropis pasti butuh perlengkapan ekstra buat menangkal dinginnya tatapanmu.. Eh

1. Cek ramalan cuaca

Seperti yang udah pernah saya bilang, ngecek ramalan cuaca sebelum berangkat itu penting banget.. Selain buat nentuin itinerary perjalanan, juga buat nentuin seberapa banyak amunisi kehangatan yang kita butuhkan.. Saat kami ke Jepang kemarin, suhu Tokyo berkisar antara 6-12 derajat Celcius.. Dua hari terakhir saat kami mengunjungi Kawaguchiko di sana suhu udaranya lebih dingin yaitu (-4)-8 derajat Celcius..

2. Pakaian

OOTW (Outfit of the week) :P
Semakin dingin cuaca, semakin tebal pakaian yang kita gunakan.. Karena kemarin belum masuk puncak musim dingin jadi bawaan pakaian saya nggak terlalu heboh.. Dalam istilah perbusanaan, kita mengenal istilah long john.. Long john ini semacam pakaian (atasan dan celana) yang ketat, biasanya digunakan sebagai baju lapisan pertama saat musim dingin.. Long john yang beneran nih harganya cukup mahal.. Nah, sebagai pengganti long john, lapisan pertamanya saya pakai manset sebagai atasan dan stocking sebagai bawahan.. Kalau mau lebih tebal bawahannya bisa pakai legging.. Untuk lapisan kedua saya pakai kaos dan bawahan (celana jeans atau rok) seperti biasa.. Bahkan kadang kalau lagi pakai kaos yang agak tebal saya nggak pakai manset lagi dalemnya.. Kalau mau yang lebih bagus dan lebih hangat lagi bisa beli kaos Heattech dari Uniqlo.. Kaos tipis, ringan tapi hangat..

Sebagai lapisan terluar, gunakan jaket atau coat yang khusus musim dingin.. Menurut saya ini elemen terpenting.. Bahkan rela mengeluarkan modal lebih buat beli jaket ini.. Karena mahal jadi cukup 1 aja.. Alhasil selama seminggu yang keliatan bajunya itu-itu aja, hahaha :P Jaket/coat yang bagus nggak cuma hangat, tapi juga nggak bikin kita kegerahan sehingga sangat nyaman dipakai.. Saya pilih tipe down jacket.. Selain hangat, jaket jenis ini juga ringan.. Jaket/coat yang berat sudah pasti bakal bikin kita nggak nyaman dan ribet kalo dipakai jalan-jalan.. :P

Syal.. Dari dulu sebenernya saya kurang suka pakai syal.. Berasa berat di leher aja.. Tapi kalo kata suami ini bagian dari fashion (halah),, Yasudahlah ikutin aja.. Hahahaha Tapi tetep nggak mau pakai syal yang tebel, akhirnya saya pilih pakai pashmina aja dijadiin syal.. hehehe

Sebagai penutup kepala, kami bawa topi kupluk.. Tapi dibawa aja, dipakainya jarang banget.. Kalo saya karena berjilbab jadi kepala dan telinga udah cukup terlindungi.. Di jaket kami juga ada penutup kepalanya.. Cukuplah dipakai ketika cuaca lagi berangin.. Ada lagi yang perlu dipakai terutama ketika lagi banyak angin.. Masker.. Ini penting buat melindungi hidung biar nggak mampet sekaligus meler, hahahaha..
lagi lengkap alat perangnya (topi, masker, syal)
Satu lagi bagian dari pakaian yang sangat penting saat musim dingin.. Sarung tangan.. Bagian tubuh yang paling cepat kedinginan adalah ujung jari tangan.. Dan kalo udah kedinginan bisa kaku-kaku sampai mati rasa.. Pilih sarung tangan yang bener-bener hangat dan touchscreen.. Pasti nggak mau kan pas pengen selfie atau foto-foto terus harus lepas sarung tangan dulu, malah tangan jadi kaku-kaku.. Jadi menurut saya sarung tangan touchscreen ini penting banget.. Saran saya belinya di negara tujuan aja karena bisa lebih murah dibanding beli di Indonesia.. Banyak ditemuin di convenience store yang tersebar di sana kok..

Yang terakhir dan nggak kalah penting adalah kaos kaki dan sepatu.. Slip on atau sneakers memang nyaman dipakai jalan-jalan.. Tapi kalo lagi musim dingin mending disimpen aja deh.. Pilih sepatu boots yang cukup tinggi sampai menutup mata kaki atau bahkan sampai ke betis.. Seperti jaket/coat, sepatu ini juga bisa jadi aset.. Pilih yang nyaman, hangat tapi nggak bikin kaki keringetan.. Sekalian pilih yang anti air dan anti slip.. Kaos kaki juga tidak perlu terlalu tebal, yang penting cukup untuk melindungi kulit kaki terutama ujung jari yang juga rentan terhadap suhu dingin..

3. Perintilan lainnya

Kairo Heat Pad
Sekarang akan saya bahas beberapa barang yang nggak kalah penting sama pakaian yang harus banget ada di kantong kalo lagi musim dingin.. Pertama, KAIRO heat pads.. Kairo adalah sebuah kantong berisi serbuk besi yang akan teroksidasi ketika kontak dengan udara dan akan menimbulkan panas.. Maksimum suhu yang bisa dicapai adalah 70 derajat Celcius dengan rata-rata 50 derajat Celcius dan mampu bertahan hingga 9 jam atau lebih, bisa sampe seharian kalo saya.. Cara menggunakannya, buka bungkus plastik dan tinggal diremas-remas aja biar tangan kita hangat.. Bisa diletakkan di saku jaket atau kalo saya dimasukin ke dalam sarung tangan karena memang bagian tubuh yang paling dingin di telapak tangan.. Beberapa varian kairo ada yang dilengkapi dengan perekat untuk ditempel di baju dalam.. Ada juga yang dibuat khusus untuk ditempel di kaos kaki untuk menghangatkan telapak kaki.. Saya pernah sekali nyoba yang di kaos kaki, pertamanya sih memang hangat tapi lama-lama bikin sakit karena jadi keras dan jadi nggak nyaman dibawa jalan.. Gambar di atas adalah disposable kairo atau kairo sekali pakai.. Harganya 25-75 yen/pack, bervariasi tergantung jenis dan ukurannya.. Bisa dibeli di Sevel, Family Mart atau convenience store lain di Jepang.. Termasuk barang yang wajib beli deh kalo lagi musim dingin.. Sebenernya ada juga jenis kairo yang nggak sekali pakai, bahkan ada yang bisa di recharge juga.. Tapi kemarin kami nggak beli yang itu, cukup yang sekali pakai aja..

Cuaca yang dingin bisa membuat kulit kita jadi sangat kering, ditambah lagi kita seolah dipaksa menggunakan air hangat saat mandi yang sebenarnya dapat membuat kulit kita jadi semakin kering.. Bahkan bagi sebagian orang yang punya alergi bisa menyebabkan gatal-gatal di kulit.. Keadaan ini pasti akan mengganggu kenyamanan dong saat traveling kaya gini.. Jadi bagaimana mengatasinya? Gunakan pelembab kulit.. Kemarin saat ke Jepang saya bawa lotion dan krim wajah yang biasa saya pakai di rumah.. Hari pertama dan kedua saya masih pakai lotion dan krim wajah itu.. Malamnya baru sadar kalo ternyata lotion saya nggak cukup ampuh di sana.. Kulit masih kering dan gatal disekujur tubuh.. Parahnya lagi kulit wajah saya jadi perih.. Memang sebelumnya kondisi kulit wajah saya lagi kering banget semenjak hamil, ditambah kena cuaca dingin jadi makin parah.. Akhirnya setelah browsing-browsing nemu si Nivea ini.. Pelembab ini wujudnya krim, bukan lotion.. Bisa digunakan untuk kulit wajah, tangan dan badan.. Saya beneran pakai di sekujur tubuh dan hasilnya kulit nggak kering dan gatal-gatal lagi.. Belinya di drugstore seperti Matsumoto Kiyoshi, atau drugstore biasa juga ada sih.. Harganya 100-200 yen tergantung dari merk, varian dan ukurannya.. 

Selain pelembab kulit, pelembab bibir juga penting banget lho.. Karena bibir kita juga bisa kering kerontang dan sampai pecah-pecah karena cuaca dingin.. Jadi penting banget untuk menjaga kulit bibir tetep lembab dengan pelembab bibir, karena minum air putih banyak-banyak aja pas musim dingin ampuh bikin kita beser.. hahaha Foto di bawah itu lip balm suami yang pernah dia beli di Jepang sebelumnya.. Kalo punya saya sih lip balm dan lip butter dari Nivea yang saya bawa dari rumah.. 

Lip balm
Nivea Cream

Itu dia sedikit ulasan tentang beberapa barang wajib bawa kalo ingin traveling saat musim dingin, khususnya ke Jepang.. Jadi blog tentang persiapannya udah selesai yaa.. Selanjutnya saya akan cerita tempat mana saja yang saya dan suami kunjungi selama di Jepang.. Semoga menginspirasi.. :)


Blog persiapan ke Jepang :



[Travel] Japan 7D6N Itinerary (Tokyo-Kawaguchiko)

Langsung aja yuk saya ceritain gimana serunya nyusun itinerary 7 hari 6 malam kami ke Jepang awal Desember kemarin..  Sejak dapat tiket pesawat dan penginapan, tiap weekend kami semangat banget nyusun itinerary.. Mulai dari nyari tempat-tempat yang pengen kami kunjungi beserta akses transportasi dan budgetnya.. Serunya adalah ketika itinerary udah 90% beres, tapi harus berubah H-2 sebelum keberangkatan.. Akhirnya H-1 saya ganti format itinnya.. Saya kelompokin destinasi-destinasi yang deketan atau searah dalam satu hari, tanpa saya tulis urutan harinya.. Setelah itu ditempel di buku biru, baru kami tentukan harinya setelah liat sikon dan cuaca disana.. Oiya tentang buku biru ini adalah semacam agenda gitu.. Isinya adalah berbagai catatan info penting dan kliping tentang tempat-tempat yang pengen kami kunjungi di Jepang..

Perjalanan kali ini sengaja kami buat santai, maksud hati biar bisa menikmati setiap sudut Tokyo dan maklumlah bumil ini nggak boleh terlalu lelah menghadapi beban hidup.. Selama hampir seminggu kami fokus keliling Tokyo aja.. Jadilah dalam sehari cuma 2 sampai 3 tempat yang kami kunjungi..

Apa aja sih tahapan nyusun itinerary, versi saya tentunya :

buku catatan dan map

1. Tulis semua tempat yang ingin dikunjungi

Tentukan semua tempat wisata yang jadi target kunjungan kita.. Bisa dari browsing atau kumpulin info-info dari travel fair.. Nggak usah mikirin jaraknya dulu deh.. Catat semuanya bisa di buku atau diketik dimanapun terserah kalian.. Oiya, yang dicatat jangan cuma nama tempatnya aja yaa.. Silakan cari dan catat info sebanyak-banyaknya seperti, itu jenis tempat apa, stasiun terdekatnya, jam operasionalnya dan tarif masuk tempat wisata jika ada..

2. Peta

Selanjutnya cari peta kota tujuan (bisa pakai google maps sih) dan juga peta transportasinya.. Kalo di Jepang wajib banget tahu peta jalur kereta api di sana karena transportasi favoritnya adalah kereta.. Kecuali kalo punya banyak duit sih bisa naik taksi.. Hehehe 

Cari lokasi tempat-tempat wisata tujuan kita di peta.. Beruntung saya dan suami nggak buta peta, jadi ini perkara gampang.. Jika sudah tahu lokasinya, cari info juga stasiun terdekat dari tempat tersebut.. Cocokkan dengan peta jalur transportasi, apakah stasiun-stasiun terdekat berada pada satu jalur atau harus pindah jalur.. Selanjutnya kelompokkan tujuan-tujuan terdekat (yang masih satu kawasan/daerah), kalo bisa yang satu jalur jadi nggak perlu sering-sering ganti kereta.. Ini penting untuk menghemat waktu, ongkos, dan tenaga kita selama di sana.. Dalam satu kelompok mungkin bisa 3-4 bahkan lebih tempat wisata, dan dalam satu hari kita bisa mengunjungi 1-2 kelompok daerah.. Disesuaikan aja sama tenaga kita..

3. Tentukan waktu dan tarif perjalanan


hyperdia.com
Untuk tahap ini kami sangat terbantu dengan adanya hyperdia.com.. Situs ini akan menunjukkan jenis kereta/jalurnya, tarif perjalanan lengkap dengan estimasi waktu perjalanan kita.. Tinggal masukkan aja stasiun asal dan stasiun tujuan, kemudian tinggal pilih rute mana yang kita inginkan.. Saran saya sih pilih yang paling murah dan paling cepat.. Kalo kita nyusun kelompoknya sudah tepat, niscaya tarifnya juga pasti lebih murah dan estimasi waktunya juga lebih cepat..




Setelah itu, catat semuanya dan rapikan dalam bentuk tabel seperti contoh saya di atas.. Bagus lagi kalo tabelnya warna-warni terutama bagian yang menunjukkan jenis atau jalur kereta biar kita gampang ingetnya karena kalo liat peta jalur kereta bakalan warna-warni banget.. Keliatannya sih emang ruwet dan susah diapalin.. Tapi kalo kita nyusun semuanya sendiri, sering buka mapnya dan yang paling penting nggak buta peta, pasti cepet ngerti dan cepet hapal juga sama jalur-jalurnya..



Kalo liat tabel yang saya buat, saya juga mencantumkan pintu keluar dari stasiun untuk menuju ke tempat wisata.. Ini juga perlu diperhatikan biar kita nggak tersesat di dalam stasiun (terutama stasiun besar) dan nyari-nyari pintu keluar yang berakhir nyasar ke tempat lain dan akan membuang waktu kita sia-sia.. Di stasiunnya sendiri juga kadang ada peta informasi lagi sih.. Atau bisa tanya ke petugas juga kalo masih nggak yakin..


Oiya kenapa pada kolom "jam" saya kosongin??? Biasanya kalo saya bikin itinerary itu lengkap dengan estimasi waktu berapa lama saya berada di suatu tempat.. Tapi perjalanan kali ini emang khusus.. Saya dan suami sepakat kalo kita santai aja, kalo capek ya istirahat, kalo udah bosen ya pulang.. Mengingat kondisi fisik yang sedang berbadan dua dan cuaca yang sangat berbeda dengan di Indonesia.. 

4. Tentukan harinya

Kalo dilihat tabel saya di atas tidak mencantukan hari dan tanggal di masing-masing kelompok, itu karena memang kami baru menentukan harinya ketika sudah sampai di Jepang.. Kecuali yang ke Kawaguchiko 2 hari terakhir itu memang sudah fixed.. 

Dalam menentukan hari, kita harus pinter-pinter baca primbon.. Eh bukan.. Maksudnya baca situasi dan kondisi.. Terutama cuaca di tempat tujuan.. Pas kita lihat ramalan cuaca disana, tanggal 7 Desember (kami berangkat dan sampai di Jepang tanggal 6 Desember) cuacanya mendung dan paling dingin dalam satu minggu itu.. Sehingga kami putuskan pada hari itu kami pergi ke tempat yang bukan area taman, dan terpilihlah Shinjuku dan sekitarnya untuk kami datangi pada hari tersebut.. Pada hari yang paling cerah dan matahari bersinar terang (tapi tetep kedinginan), kami pilih pergi ke taman di Imperial Palace lanjut liat sunset di Odaiba.. Satu lagi, dalam list kami ada kunjungan ke masjid Tokyo, sehingga kami atur kunjungan ke masjidnya bertepatan pada hari Jumat sekalian biar suami nggak ketinggalan ibadah sholat Jumatnya.. Pokoknya jangan males-males liat ramalan cuaca deh, apalagi kalo lagi beda musim gini..

5. Perkirakan budget

Ini bisa masuk ke tahap persiapan umum, bisa juga masuk ke itinerary.. Dari hasil semua penelusuran kan kita sudah dapat tarif perjalanan selama di Jepang dan tiket masuk tempat wisata.. Sekarang tambahkan perkiraan biaya makan sehari-hari dan keperluan belanja oleh-oleh misalnya.. Terus tinggal ditotal dan konversikan ke rupiah.. Kemudian siapkan uangnya dan pergi ke money changer buat nuker uang kita ke yen Jepang.. Kalo tanya biaya makan di Jepang berapa, kira-kira 500 sampai 1000 yen sekali makan.. Tergantung kita mau makan yang biasa apa mewah.. Kalo mau lebih murah lagi juga bisa.. Beli aja onigiri atau sushi roll di minimarket-minimarket yang ada di sana.. Dijamin lebih hemat..

Suica Card
Saya punya tips menghemat budget selama di Jepang, terutama biaya perjalanannya.. Gunakan Suica card.. Ini semacam e-money kalo di Indonesia.. Kalo ada yang sering denger Suica dan Pasmo, sebenarnya kedua kartu itu prinsipnya sama.. Bedanya hanya Suica diterbitkan oleh perusahaan JR, sedangkan Pasmo diterbitkan oleh Tokyo Metro.. Tapi kali ini yang saya gunakan adalah kartu Suica.. Selain memurahkan, kartu Suica ini juga memudahkan kita dalam bertransaksi lho.. Pertama, memudahkan karena untuk naik kereta atau bus kita tinggal tap kartunya aja tanpa perlu beli tiket reguler (di mesin tiket) setiap mau ke stasiun tujuan.. Lumayan hemat waktu kan.. Dan ternyata tarifnya juga sedikit berbeda.. Jika kita beli tiket reguler di mesin tiket, biaya yang dikenakan adalah hasil pembulatan (pastinya pembulatan ke atas).. Kalo pake Suica, saldo kita akan berkurang sesuai tarif sebenarnya.. Kedua, selain bisa digunakan untuk naik kereta dan bus, Suica card juga bisa digunakan untuk membeli makanan atau minuman di vending machine, menggunakan coin locker, atau berbelanja di merchant-merchant yang ada logo suica nya.. 

Bagaimana mendapatkan kartu Suica??? Cari aja mesin Suica di stasiun kereta JR (yang di bandara juga pasti ada), kalo bingung jangan malu bertanya sama petugas.. Untuk cara bikinnya bisa browsing di internet atau liat di youtube (saya nggak akan bahas disini karena bakal panjang banget), atau kalo males ya tanya lagi aja sama petugas di sana.. Pasti mereka dengan senang hati membantu kok, tanpa pamrih.. Hmmm
Untuk biaya pengisian pertama minimal 2000 yen, dengan 500 yen sebagai deposit (tenang, bisa direfund kok) jadi saldonya adalah 1500 yen.. Selanjutnya bisa diisi ulang sesuai kebutuhan di mesin Suica yang tersebar di semua stasiun.. Kalo udah mau pulang bisa direfund dengan biaya 220 yen (kalo ga salah) dan 500 yen deposit awal kita tadi juga bisa kembali.. Atau kalo mau disimpan juga boleh.. Suica card ini masa berlakunya 10 tahun kok.. Siapa tahu tiap tahun bisa ke Jepang yaa.. AAMIIN..

Ada pilihan lain selain Suica, yaitu Rail Pass.. Bisa JR Pass atau Tokyo Metro Pass (khusus Tokyo).. Tapi kita harus tahu dulu kereta apa aja yang akan kita pakai selama di Jepang dan perhitungkan biayanya juga.. Jangan sampai yang tadinya mau murah malah jadi tekor karena salah pilih rail pass.. Kalo saya sih liat rute perjalanan saya adalah campuran dari line nya Tokyo Metro dan JR makanya saya nggak pakai kedua rail pass itu dan milih pakai Suica aja..

Udah ah bahas itinerarynya.. Takut kepanjangan.. Balik lagi aja ke persiapan lainnya yang ada di post sebelumnya.. Semoga bermanfaat yaa.. ;)

[Travel] Jepang Lagiiii...!!!


Japaaaaaannnn...
Kalo pernah baca postingan saya tentang Japan trip tahun lalu, saya pernah bilang kalo nanti saya bakal nulis lebih lengkap tentang trip ke Jepang kalo pas ada kesempatan ke sana lagi sama suami.. Alhamdulillah dikabulkan sama Allah buat jalan-jalan ke Negeri Matahari Terbit lagi berduaan aja sama suami, eh sama dedek di perut juga ding..
Ini perjalanan kedua buat saya dan keempat buat suami.. Kenapa harus ke Jepang lagi sih? Karena yang namanya cinta sejati nggak pernah membutuhkan alasan.. Hahahaha :P

Japan trip kali ini semua kita prepare sendiri, jadi saya mulai aja dari cerita persiapan sebelum berangkatnya ya..

1. Niat

Ini penting banget.. Ketika niat kita belum bulat buat berangkat, maka jodoh tiket pun tak dapat.. Hehehe

2. Tiket

Beruntung kami dapat tiket murah kemarin.. Jakarta-Tokyo PP cuma Rp 4.760.000/orang dengan maskapai ANA.. Kami beli tiketnya pas ada Japan travel fair di Kokas September lalu.. Jadi saran saya kalo emang niat udah ada, coba cari-cari tiket murah di travel fair.. Pilihan lain selain nyari tiket murah dari low cost airlines .. Siapa tahu dapat maskapai kece macam ANA dengan harga AirAsia.. 

3. Penginapan

Tips milih penginapan di Jepang adalah cari yang dekat dengan stasiun.. Memang biasanya agak sedikit lebih mahal, tapi lumayan buat hemat biaya perjalanan dan hemat tenaga juga.. Banyak pilihan jenis penginapan di Jepang.. Kalo mau yang punya fasilitas lengkap bisa ke hotel, jika pengen nyari suasana khas jepang bisa pilih ryokan.. Buat para backpacker atau yang single traveler (eh) bisa coba ke hotel kapsul.. Atau seperti yang kami lakukan, kami pilih menginap di guest-house alias nebeng di rumah orang selama di Tokyo.. Kami booking via airbnb.com .. Disitu banyak banget pilihan penginapan dengan tipe yang bisa kita sesuaikan dengan keinginan juga.. Kalo kami kemarin pilih 1 private room dan jadi satu sama pemilik rumah..

Lin Lin's house
Selama 5 malam di Tokyo kami tinggal di rumah Lin Lin, di daerah Sendagi, Bunkyo City.. Lokasinya dekat dengan 3 stasiun.. Pertama stasiun Nippori, kalo mau naik Keisei Line dari dan ke Narita.. Kedua stasiun Nishi-Nippori kalo mau naik JR Yamanote Line.. Dan juga dekat dengan stasiun Sendagi kalo mau naik Tokyo Metro.. Kamar kami juga nyaman dengan alas tidur futon yang Jepang banget.. Lengkap dengan pemanas ruangan juga karena saat ini udah masuk musim dingin, jadi penting banget itu penghangat ruangan.. Area dapur, shower room dan toiletnya juga bersih meskipun dipakainya sharing sama yang punya rumah.. Dan satu lagi yang paling penting, host kami si Lin Lin ini ramah dan baik banget bikin kami betah tinggal di sini.. Tips lagi nih memilih penginapan via online gini adalah baca baik-baik deskripsi penginapannya, baik lokasi, fasilitas kamar (terutama kamar tidur dan kamar mandinya, private atau shared) dan kemudahan akses transportasinya.. Daaaan jangan males-males buat baca review-reviewnya, karena kepuasan pelanggan adalah segalanya.. Hahaha

SAWA Hotel
Malam terakhir di Jepang, kami berencana menginap di kawasan Kawaguchiko, dekat Gunung Fuji.. Disini kami sengaja pilih menginap di hotel.. Tepatnya di SAWA Hotel.. Agak pricey sih kalo dibandingin penginapan selama di Tokyo.. Tapi kami memang cari yang fasilitasnya lengkap dan private.. Lokasinya juga dekat dengan stasiun Kawaguchiko dan ada shuttle busnya juga.. Yang paling saya suka dari hotel ini adalah kita bisa dapet view Gunung Fuji yang bagus banget dari hotel ini..

4. Itinerary

Ini persiapan yang paling panjang, paling ribet, tapi paling seru.. Menurut kami itinerary ini perlu banget dibuat sejelas mungkin supaya bisa menghemat waktu dan biaya selama di tempat tujuan.. Itinerary yang baik bukan hanya mencantumkan lokasi wisatanya saja, tetapi juga moda transportasi termudah, tercepat dan termurah.. Menyusun jadwal perjalanan selama 1 minggu di Jepang gampang-gampang susah sih.. Untuk cerita lebih lengkap mengenai step-step menyusun itinerary kami kemarin akan saya bahas di postingan tersendiri disini.. Karena lumayan panjang kalo saya bahas di post ini juga.. Hehehe

5. Paspor dan Visa

Kebetulan saya dan suami udah ada paspor jadi nggak perlu bikin paspor baru.. Kalo untuk visanya kami pakai jasa Dwidaya tour karena nggak sempat urus sendiri langsung ke kedutaan Jepang.. Biayanya Rp 435.000 per visa.. Jadinya sekitar 3-5 hari kerja.. Untuk informasi lengkap mengenai persyaratan visa bisa langsung dilihat di website kedutaan Jepang..

6. Wifi router

Jaman sekarang siapa sih yang bisa hidup tanpa internet.. Apalagi kalo lagi traveling gini.. Selain memudahkan kita buat akses peta di lingkungan yang baru, pastinya nggak mau ketinggalan buat update ke sosmed tentang perjalanan kita kaan.. :P Makanya si wifi router ini harus disiapin juga.. Saat ini udah banyak banget jasa yang menyewakan wifi router di Indonesia.. Atau kalo nggak mau bawa dari sini, bisa juga nyewa di negara tujuan..

Kali ini saya mau merekomendasikan Wi2FLY.. Routernya masih baru dan tangguh banget dalam hal ketahanan baterainya.. Dalam 24 jam pemakaian nonstop (untuk 2 device) baterai cuma berkurang 50%.. jangkauan koneksinya juga bagus banget, bahkan masih bisa digunakan pas lagi di subway.. Beberapa router lain kadang nggak bisa dipakai di dalam kereta bawah tanah.. Pelayanannya semakin maksimal dengan adanya jasa antar jemput.. Jadi routernya akan diantar ke rumah H-1 keberangkatan dan akan diambil lagi H+1 kepulangan.. Tarifnya Rp 70.000/hari dengan deposit Rp 500.000 yang bisa direfund setelah kita kembalikan.. Info lengkapnya silakan cek di wi2fly.com ..

7. Perlengkapan lainnya

Perlengkapan yang dimaksud disini adalah perlengkapan menghadapi musim dingin agar dinginnya Tokyo tak sampai menusuk tulang.. Cukuplah cinta yang menusuk-nusuk jantung hati ini.. Halah :P Pembahasan tentang ini juga akan saya tulis di blog terpisah biar lebih jelas.. (baca disini)

8. Berangkaaaattt

Waktunya berangkaaattt.. Periksa lagi barang-barang bawaan yang udah disiapin sebelumnya.. Jangan sampai ada yang tertinggal..


Cerita lengkap tentang Japan trip kali ini masih panjang.. Sampai jumpa di post-post berikutnyaaa.. ;)