Showing posts with label winter. Show all posts
Showing posts with label winter. Show all posts

[Travel] Imperial Palace - Tokyo Tower - Odaiba

Otemon Gate
Tujuan pertama kita hari ini adalah East Garden of the Imperial Palace.. Dari stasiun Sendagi naik Tokyo Metro Chiyoda Line dan turun di stasiun Otemachi.. Waktu tempuh kira-kira 8 menit saja.. Selanjutnya ikuti saja arah pintu keluar C13a dan akan sampai di seberang salah satu pintu masuk East Garden yaitu Otemon Gate.. Kami kemudian masuk dan diberi semacam tiket (tapi ini gratis kok) yang nantinya harus dikembalikan saat keluar..

The East Garden of the Imperial Palace adalah sebuah taman yang dibuat sebagai bagian dari renovasi Imperial Palace.. Taman ini terletak di bagian timur istana kekaisaran yang dulunya dikuasai oleh pemerintahan pada zaman Edo.. Taman seluas 210.000 meter persegi ini telah dibuka untuk umum sejak 1 Oktober 1968..

Terdapat 3 gerbang utama untuk memasuki area East Garden of the Imperial Palace ini.. Ote-mon gate, Hirakawa-mon gate dan Kitahanebashi-mon gate, yang ketiganya mudah diakses dari stasiun Otemachi, Takebashi dan Tokyo Station.. Terbagi menjadi 3 area utama, Sannomaru area, Ninomaru area dan Honmaru area.. Jika masuk dari Otemon gate, Sannomaru area adalah yang pertama kali kita temui.. Di area tersebut terdapat Sannomaru Shozokan, sebuah museum yang berisi berbagai koleksi karya seni milik keluarga kekaisaran dan disumbangkan kepada pemerintah Jepang pada tahun 1989.. Sayangnya kami nggak masuk ke sana waktu itu.. Sejujurnya karena kami nggak tahu itu apa karena belum pegang guide map.. Huhuhu Di sebelahnya ada rest area gitu.. Kami sempet istirahat sebentar buat isi perut dan ambil guide map di sana..

Lanjut jalan lagi, kali ini ditemukan dengan persimpangan.. Kalo ke kanan menuju Ninomaru area, sedangkan kalo ke kiri kita menuju ke Honmaru area.. Setelah melalui pergolakan batin yang panjang, akhirnya kami pilih jalan ke kanan (yang sepi dulu) yaitu ke Ninomaru.. Pertama masuk area ini kita akan melihat Ninomaru Grove, seperti hutan mini gitu.. Saat itu musimnya sedang peralihan dari gugur ke dingin.. Jadi pemandangan daun oranye dan merah menghiasi hutan buatan ini.. Oiya, Ninomaru Grove dibuat berdasarkan saran dari Kaisar Showa untuk mengingatkan pada hutan yang telah banyak menghilang di sekitaran kota Tokyo.. Dalam Ninomaru Garden terdapat pula sebuah kolam dan air terjun buatan.. Di tepian kolam kita dapat melihat taman Iris yang berisi 84 spesies bunga iris (sayang, saat itu belum mekar).. Tak jauh dari kolam terdapat rumah minum teh bernama Suwano-chaya Tea House yang dibangun sejak zaman Edo.. Terakhir terdapat area bernama Prefectural Tree Emblems yang berisi berbagai tanaman yang mewakili 47 prefektur di Jepang..

Area ketiga sekaligus area terbesar adalah Honmaru area.. Di dalamnya terdapat berbagai macam kelompok taman seperti sakura, anggrek, mawar, bambu dan teh.. Di ujung area Honmaru kita bisa menaiki sisa benteng Tenshudai.. Benteng ini dulu berdiri pada tahun 1638 dan akhirnya rusak pada tahun 1657.. Di samping Tenshudai, berdiri Tokagakudo Concert Hall yang dibangun pada 1963 dalam rangka memperingati ulang tahun ke 60 Kaisar Kojun.. Di bagian tengah area Honmaru terdapat 2 halaman rumput yang luas, Ohoku dan Oshibafu.. Ini spot favorit saya dan suami.. Duduk-duduk di atas lapangan rumput, di bawah langit cerah dan terik matahari yang cukup menyengat di tengah cuaca dingin yang menyelimuti.. Nggak sedikit pengunjung yang juga bersantai di tempat ini sambil makan siang, membaca buku atau sekedar berkumpul bersama keluarga.. Macam berjemur gitu lah.. Apalagi kami sebagai makhluk tropis pasti seneng banget ketemu matahari di tengah musim dingin..

Sekali lagi, taman ini adalah destinasi favorit kami sepanjang trip kali ini.. Betah banget jalan-jalan di taman yang luas banget ini.. Saking betahnya sampe nggak sadar kami udah lama banget di sana.. Pas liat jam ternyata udah jam 2 siang, padahal hari itu kami masih punya agenda ngejar sunset di Odaiba.. Gimana nggak betah, jarang-jarang kita ketemu taman luas, asri dan yang paling penting bersih banget di tengah-tengah kota padat seperti Tokyo ini.. Seandainya di Jakarta ada banyak yang beginian.. Hmmmm

East Garden of the Imperial Palace
Alamat : 1-1 Chiyoda, Chiyoda 100-0001, Tokyo
Jam Buka : 09.00 - 16.30 
                   Tutup setiap hari Senin dan Jumat, saat pergantian tahun (28 Des - 3 Jan) dan hari
                   libur nasional
Tiket : Gratis
Otemon Gate





Ninomaru Grove
Ninomaru Garden

Ninomaru Garden

Prefectural Tree Emblems

Nonimaru Grove
Ninomaru area

Suwano-chaya Tea House
benteng Tenshudai

Tokagakudo Concert Hall
Lanjut lagi perjalanan siang itu (sambil kejar-kejaran sama waktu sunset) ke Tokyo Tower.. Dari satsiun Otemachi naik Toei Mita Line dan turun di stasiun Onarimon.. Keluar dari stasiun, kita masih harus sedikit berjalan kaki sebelum sampai di Tokyo Tower.. Sebelumnya kami sempat mampir ke Zojo-ji Temple.. Foto-foto sebentar dengan latar belakang kuil Zojo-ji dan Tokyo Tower sekaligus.. Tak jauh dari situ kita sudah bisa melihat menara pemancar setinggi 333 meter dengan warna khas merahnya.. Tokyo Tower ini menjadi menara tertinggi di Jepang sejak 1957 sebelum akhirnya dikalahkan oleh Tokyo Sky Tree pada tahun 2012.. Kita bisa melihat pemandangan kota Tokyo dari atas lantai observatorinya.. Tapi saya dan suami memutuskan nggak masuk ke sana dan cuma foto-foto aja di bawah karena waktu semakin sore.. Matahari di musim dingin akan terbenam lebih cepat dari biasanya..

Tokyo Tower
Alamat : 4 Chome-2-8 Shibakoen, Minato, Tokyo 105-0011
Jam Buka : 09.00 - 23.00 (observatory) tiket terakhir 22.30
Tiket : 900 yen (main observatory)
            1600 yen (main and special observatory)
Zojoji Temple & Tokyo Tower
Tokyo Tower
Kami berjalan meninggalkan Tokyo Tower menuju stasiun Daimon dan naik Asakusa Line.. Tiba di stasiun Shimbashi kemudian dilanjut naik Yurikamome (Line khusus ke Odaiba) dan turun di stasiun Daiba.. Sesampainya di Odaiba kami langsung disambut dengan langit senja yang mulai menjingga.. Odaiba adalah sebuah pulau buatan terbesar di Teluk Tokyo.. Awal pembangunannya, Odaiba berfungsi sebagai sebuah benteng (daiba berarti benteng) yang melindungi Tokyo dari kemungkinan ancaman yang berasal dari laut.. Seiring dengan berjalannya waktu, saat ini Odaiba lebih berfungsi sebagai pusat kawasan bisnis.. Banyak sekali spot yang bisa kita kunjungi untuk menikmati indahnya senja hingga langit malam Tokyo.. Pertama kali kesini tahun lalu saya datang saat siang hari jadi nggak sempet ketemu sunset.. Kali ini beruntung dapet sunset romantis di Odaiba bareng sama suami.. Alhamdulillah.. 

Selain pemandangan sunset, kita juga bisa melihat Rainbow Bridge, Replika Patung Liberty, gedung Fuji Televisi dan yang nggak boleh ketinggalan, Real Size Gundam yang ada di halaman DiverCity.. Dulu saya nggak sempet ketemu si gundam ini.. Kali ini nggak boleh kelewatan lagi dong.. Kebetulan banget pas kami kesana (kalo nggak salah jam 7 malem) ada atraksi lampu plus gundamnya juga bisa gerak.. Di endingnya si gundam mendongakkan kepala ke atas.. Saya udah nunggin dia terbang ke angkasa gitu, tapi ternyata enggak hahaha.. Tapi tapi tapi, denger-denger Maret 2017 ini patung Gundam setinggi 18 meter itu mau dipindahkan dari halaman DiverCity.. Nah looo, mau pindah kemana dia? 
Sunset di Odaiba
Rainbow bridge
Liberty statue
Real size gundam
Sebelum pulang kami harus isi perut dulu nih.. Setelah browsing-browsing cari tempat makan halal, ketemulah salah satu resto halal yang ada di dalam DiverCity.. Sojibou, restoran bersertifikat halal yang menyajikan soba sebagai menu andalannya.. Makanan di sini harganya mulai dari 800 yen per porsinya.. Rasanya enak dan yang pasti kita sebagai muslim bisa dengan tenang menyantapnya karena udah pasti kehalalannya.. 

Sojibou
Alamat : DiverCity Tokyo Plaza 6F, 1-1-10 Aomi, Koto-ku, Tokyo
Jam Buka : 11.00 - 23.00 (last order 22.00)
Sojibou
Sertifikat Halal
Soba
Karena langit sudah gelap, angin malam juga makin menusuk, akhirnya kami pulang ke kandang.. Dari statiun Daiba naik Yurikamome lagi ke stasiun Shimbashi.. Kemudian pindah jalur naik JR Yamanote Line dan turun di stasiun Nishi-Nippori.. Sampai penginapan deh.. Besok dilanjut lagi ya jalan-jalannyaaa.. :)

[Travel] Get Ready for Winter

Okeeee.. Persiapan utama udah lengkap, sekarang giliran nyiapin perintilan kecil tapi penting biar nggak panik waktu di Jepang..

Awal Desember saat kami berangkat ke Jepang pas udah masuk musim dingin.. Meskipun di kota Tokyo saat itu belum turun salju, tapi yang namanya manusia tropis pasti butuh perlengkapan ekstra buat menangkal dinginnya tatapanmu.. Eh

1. Cek ramalan cuaca

Seperti yang udah pernah saya bilang, ngecek ramalan cuaca sebelum berangkat itu penting banget.. Selain buat nentuin itinerary perjalanan, juga buat nentuin seberapa banyak amunisi kehangatan yang kita butuhkan.. Saat kami ke Jepang kemarin, suhu Tokyo berkisar antara 6-12 derajat Celcius.. Dua hari terakhir saat kami mengunjungi Kawaguchiko di sana suhu udaranya lebih dingin yaitu (-4)-8 derajat Celcius..

2. Pakaian

OOTW (Outfit of the week) :P
Semakin dingin cuaca, semakin tebal pakaian yang kita gunakan.. Karena kemarin belum masuk puncak musim dingin jadi bawaan pakaian saya nggak terlalu heboh.. Dalam istilah perbusanaan, kita mengenal istilah long john.. Long john ini semacam pakaian (atasan dan celana) yang ketat, biasanya digunakan sebagai baju lapisan pertama saat musim dingin.. Long john yang beneran nih harganya cukup mahal.. Nah, sebagai pengganti long john, lapisan pertamanya saya pakai manset sebagai atasan dan stocking sebagai bawahan.. Kalau mau lebih tebal bawahannya bisa pakai legging.. Untuk lapisan kedua saya pakai kaos dan bawahan (celana jeans atau rok) seperti biasa.. Bahkan kadang kalau lagi pakai kaos yang agak tebal saya nggak pakai manset lagi dalemnya.. Kalau mau yang lebih bagus dan lebih hangat lagi bisa beli kaos Heattech dari Uniqlo.. Kaos tipis, ringan tapi hangat..

Sebagai lapisan terluar, gunakan jaket atau coat yang khusus musim dingin.. Menurut saya ini elemen terpenting.. Bahkan rela mengeluarkan modal lebih buat beli jaket ini.. Karena mahal jadi cukup 1 aja.. Alhasil selama seminggu yang keliatan bajunya itu-itu aja, hahaha :P Jaket/coat yang bagus nggak cuma hangat, tapi juga nggak bikin kita kegerahan sehingga sangat nyaman dipakai.. Saya pilih tipe down jacket.. Selain hangat, jaket jenis ini juga ringan.. Jaket/coat yang berat sudah pasti bakal bikin kita nggak nyaman dan ribet kalo dipakai jalan-jalan.. :P

Syal.. Dari dulu sebenernya saya kurang suka pakai syal.. Berasa berat di leher aja.. Tapi kalo kata suami ini bagian dari fashion (halah),, Yasudahlah ikutin aja.. Hahahaha Tapi tetep nggak mau pakai syal yang tebel, akhirnya saya pilih pakai pashmina aja dijadiin syal.. hehehe

Sebagai penutup kepala, kami bawa topi kupluk.. Tapi dibawa aja, dipakainya jarang banget.. Kalo saya karena berjilbab jadi kepala dan telinga udah cukup terlindungi.. Di jaket kami juga ada penutup kepalanya.. Cukuplah dipakai ketika cuaca lagi berangin.. Ada lagi yang perlu dipakai terutama ketika lagi banyak angin.. Masker.. Ini penting buat melindungi hidung biar nggak mampet sekaligus meler, hahahaha..
lagi lengkap alat perangnya (topi, masker, syal)
Satu lagi bagian dari pakaian yang sangat penting saat musim dingin.. Sarung tangan.. Bagian tubuh yang paling cepat kedinginan adalah ujung jari tangan.. Dan kalo udah kedinginan bisa kaku-kaku sampai mati rasa.. Pilih sarung tangan yang bener-bener hangat dan touchscreen.. Pasti nggak mau kan pas pengen selfie atau foto-foto terus harus lepas sarung tangan dulu, malah tangan jadi kaku-kaku.. Jadi menurut saya sarung tangan touchscreen ini penting banget.. Saran saya belinya di negara tujuan aja karena bisa lebih murah dibanding beli di Indonesia.. Banyak ditemuin di convenience store yang tersebar di sana kok..

Yang terakhir dan nggak kalah penting adalah kaos kaki dan sepatu.. Slip on atau sneakers memang nyaman dipakai jalan-jalan.. Tapi kalo lagi musim dingin mending disimpen aja deh.. Pilih sepatu boots yang cukup tinggi sampai menutup mata kaki atau bahkan sampai ke betis.. Seperti jaket/coat, sepatu ini juga bisa jadi aset.. Pilih yang nyaman, hangat tapi nggak bikin kaki keringetan.. Sekalian pilih yang anti air dan anti slip.. Kaos kaki juga tidak perlu terlalu tebal, yang penting cukup untuk melindungi kulit kaki terutama ujung jari yang juga rentan terhadap suhu dingin..

3. Perintilan lainnya

Kairo Heat Pad
Sekarang akan saya bahas beberapa barang yang nggak kalah penting sama pakaian yang harus banget ada di kantong kalo lagi musim dingin.. Pertama, KAIRO heat pads.. Kairo adalah sebuah kantong berisi serbuk besi yang akan teroksidasi ketika kontak dengan udara dan akan menimbulkan panas.. Maksimum suhu yang bisa dicapai adalah 70 derajat Celcius dengan rata-rata 50 derajat Celcius dan mampu bertahan hingga 9 jam atau lebih, bisa sampe seharian kalo saya.. Cara menggunakannya, buka bungkus plastik dan tinggal diremas-remas aja biar tangan kita hangat.. Bisa diletakkan di saku jaket atau kalo saya dimasukin ke dalam sarung tangan karena memang bagian tubuh yang paling dingin di telapak tangan.. Beberapa varian kairo ada yang dilengkapi dengan perekat untuk ditempel di baju dalam.. Ada juga yang dibuat khusus untuk ditempel di kaos kaki untuk menghangatkan telapak kaki.. Saya pernah sekali nyoba yang di kaos kaki, pertamanya sih memang hangat tapi lama-lama bikin sakit karena jadi keras dan jadi nggak nyaman dibawa jalan.. Gambar di atas adalah disposable kairo atau kairo sekali pakai.. Harganya 25-75 yen/pack, bervariasi tergantung jenis dan ukurannya.. Bisa dibeli di Sevel, Family Mart atau convenience store lain di Jepang.. Termasuk barang yang wajib beli deh kalo lagi musim dingin.. Sebenernya ada juga jenis kairo yang nggak sekali pakai, bahkan ada yang bisa di recharge juga.. Tapi kemarin kami nggak beli yang itu, cukup yang sekali pakai aja..

Cuaca yang dingin bisa membuat kulit kita jadi sangat kering, ditambah lagi kita seolah dipaksa menggunakan air hangat saat mandi yang sebenarnya dapat membuat kulit kita jadi semakin kering.. Bahkan bagi sebagian orang yang punya alergi bisa menyebabkan gatal-gatal di kulit.. Keadaan ini pasti akan mengganggu kenyamanan dong saat traveling kaya gini.. Jadi bagaimana mengatasinya? Gunakan pelembab kulit.. Kemarin saat ke Jepang saya bawa lotion dan krim wajah yang biasa saya pakai di rumah.. Hari pertama dan kedua saya masih pakai lotion dan krim wajah itu.. Malamnya baru sadar kalo ternyata lotion saya nggak cukup ampuh di sana.. Kulit masih kering dan gatal disekujur tubuh.. Parahnya lagi kulit wajah saya jadi perih.. Memang sebelumnya kondisi kulit wajah saya lagi kering banget semenjak hamil, ditambah kena cuaca dingin jadi makin parah.. Akhirnya setelah browsing-browsing nemu si Nivea ini.. Pelembab ini wujudnya krim, bukan lotion.. Bisa digunakan untuk kulit wajah, tangan dan badan.. Saya beneran pakai di sekujur tubuh dan hasilnya kulit nggak kering dan gatal-gatal lagi.. Belinya di drugstore seperti Matsumoto Kiyoshi, atau drugstore biasa juga ada sih.. Harganya 100-200 yen tergantung dari merk, varian dan ukurannya.. 

Selain pelembab kulit, pelembab bibir juga penting banget lho.. Karena bibir kita juga bisa kering kerontang dan sampai pecah-pecah karena cuaca dingin.. Jadi penting banget untuk menjaga kulit bibir tetep lembab dengan pelembab bibir, karena minum air putih banyak-banyak aja pas musim dingin ampuh bikin kita beser.. hahaha Foto di bawah itu lip balm suami yang pernah dia beli di Jepang sebelumnya.. Kalo punya saya sih lip balm dan lip butter dari Nivea yang saya bawa dari rumah.. 

Lip balm
Nivea Cream

Itu dia sedikit ulasan tentang beberapa barang wajib bawa kalo ingin traveling saat musim dingin, khususnya ke Jepang.. Jadi blog tentang persiapannya udah selesai yaa.. Selanjutnya saya akan cerita tempat mana saja yang saya dan suami kunjungi selama di Jepang.. Semoga menginspirasi.. :)


Blog persiapan ke Jepang :